"
safety is not just a slogan but safety is our primary requirements for life"
![]() |
| Tradisi Mencium Ban Pesawat Latih PK-SDQ " safety is not just a slogan but safety is our primary requirements for life" |
banyak materi , teori dan Praktek pada saat seorang penerbang mengikuti pendidikan LDK.
diharapkan setelah mengikuti LDK akan menghadirkan Karakter yang baru bagi seorang penerbang serta Kesucian dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan.
di awal, para siswa penerbang akan di bekali dengan materi LDK, sementara di akhir pendidikan penerbang, para siswa penerbang akan di bekali lagi pembelajaran yang di namakan CRM (Crew Resource Management) .
CRM lebih mengarah kepada Kerja sama antar rekan, team, dan berhubungan dengan orang lain.
hal yang di capai adalah ada harapan akan tumbuh rasa Toleransi , saling menghormati, saling menghargai, serta lebih kearah rasa sosial sebagai makhluk hidup.
Setiap kesalahan akan di kenakan sanksi bagi para pelanggar nya, namun di harapkan dalam pemberian sanksi/hukuman menggunakan cara yang sifatnya mendidik dan dapat menimbulkan efek jera bagi para pelanggarnya.
Tujuan kombinasi dari sistem pendidikan seperti ini adalah di harapkan para siswa penerbang akan menjadi penerbang yang patuh dan taat kepada peraturan yang sudah di tetapkan (SOP)
Bayangkan jika Penerbang tidak Disiplin dalam menerbangkan pesawatnya apakah yang terjadi??
contoh :
sebelum terbang , seorang penerbang akan melakukan Brieffing kepada Air Crew (Captain+First Officer+Cabin Crew/Flight Attendent) dan penerbang akan di bantu oleh FOO (Flight Operation Officer) / Flight Dispatcher.
pada saat PRE-FLIGHT , Pilot sedang melaksanakan Brieffing bersama Flight Dispatch, di jelaskan oleh Flight Dispatch bahwa ada NOTAM yang signifikan pada penerbangan pesawat yang akan di terbangkan.
isi NOTAM tertulis bahwa, selama Pesawat masih berada di kawasan APRON, Pilot tidak diperbolehkan untuk menyalakan TRANSPONDER nya sebelum pesawat berada pada posisi LINE-UP.
padahal isi NOTAM sudah di sampaikan oleh petugas Flight Dispatch, namun hasil Brieffing tersebut di abaikan oleh PILOT, pada saat pesawat ,masih berada di APRON, Pak Pilot malah menyalakan Transponder-nya.
apakah yang akan terjadi?? (NO ROOM FOR ERROR)
memang Pilot tidak merasakan dampak Negatifnya secara cepat dan langsung, tapi pernahkah terpikirkan oleh Pak Pilot Jika tindakkannya dapat Menimbulkan masalah baru di tempat lain di luar pesawat??
itu sudah pasti, ketika Pilot Menyalakan/aktif. Transpondernya, hal ini akan menimbulkan Kebingungan di ruang kerja Rekan-rekan dari ATC(Air Traffic Controller) khususnya di bagian RADAR MONITOR, rekan ATC akan kebingungan karena tiba2 ada Pesawat dan tidak ada Squawk Number, dan menimbulkan penuhnya Monitor Radar dengan titik-titik tanda lokasi pesawat tersebut.
bayangkan jika semua pilot tidak displin dan menyalakan transponder nya, mungkin Radar Monitor Bisa Penuh dengan titik-titik yang saling bertumpuk sehingga menyulitkan kerja dari rekan2 ATC.
mari mulailah untuk melatih disiplin sejak dini, disiplin tidak hanya dimiliki oleh penerbang saja, disiplin dimiliki oleh semua lapisan masyarakat.
budayakan displin dari hal-hal terkecil, misalnya jika berkendara roda 2 hendaklah mengikuti aturan lalulintas, Menggunakan Helm, Lengkapi dan Bawa surat berkendara anda(SIM,STNK)
buanglah sampah pada tempatnya, karena jika sembarangan akan menimbulkan sampah yg akan merusak kesehatan serta parahnya dapat menimbulkan Banjir.
Disiplin Penerbang adalah Kunci keamanan yang utama (Safety, safety and safety)
(NO ROOM FOR ERROR)
"
safety is not just a slogan but safety is our primary requirements for life"
NB : Sumber adalah dari Pengalaman Pribadi Penulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar